Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Wednesday, December 8, 2010

Hubungan Antara Pancasila dan UUD 1945

Pak Rizal terkenal sebagai guru yang galak. Suatu hari beliau mengajak diskusi dengan melempar pertanyaan, “Bagaimana hubungan Pancasila dengan UUD45?”

Karena mungkin kelas tegang, tak ada seorang muridpun yang mau mulai memberi komentar atau menjawab.

Selang beberapa menit kelas masih diam, pak Rizal menunjuk Abong.

“Bong! Bagaimana hubungan Pancasila dengan UUD 45?”

Dengan tegas Abong menjawab, “Baik-baik aja, Pak!”
baca lebih lanjut...

Rakyat dan Wakil Rakyat

Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.

Guru : "Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Bupati, Bu!!!"
Guru : "Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Gubernur, Bu!!"
Guru : "Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Presiden, Bu!!"
Guru : "Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati?"
Murid: "Seharusnya sih Rakyat, Bu!!"
Guru : "Kok, pakai seharusnya?"
Murid: "Karena sekarang malah terbalik Bu guru."
Guru : "Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana?"
Murid: "Yang pasti mereka suka warna abu-abu."
Guru : "Betul, terus apalagi?"
Murid: "Suka konspirasi politik"
Guru : "Demi apa?"
Murid: "Kepentingan, Bu!!"
Guru : "Tepat sekali, sering muncul dimana mereka?"
Murid: "Di televisi, Bu!"
Guru : "Karena apa?"
Murid: "Karena skandal dan kasus, Bu!!"
Guru : "Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi?"
Murid: "Pasti sering mendadak tajir, Bu!!"
Guru : "Darimana, kok bisa gitu?"
Murid: "Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas."
Murid: "Dari yang pengin diuntungkan."
Guru : "Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali?"
Murid: "Setiap hari, Bu!!"
Guru : "Kok bisa, alasannya?"
Murid: "Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat."
Guru : "Biasanya yang dibahas apa?"
Murid: "Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan."
Guru : "Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya?"
Murid: "Ya, semestinya Rakyat dong, Bu!!"
Guru : "Kenapa semestinya?"
Murid: "Karena aneh, Bu!"
Guru : "Aneh kenapa?"
Murid: "Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu! Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu."
Guru : "Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya."
Murid: "Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu."
Guru : "Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen?"
baca lebih lanjut...

Humor - Balas Dendam

Seorang hakim sedang menanyakan kesalahan yang diperbuat oleh seorang terdakwa wanita.

"Kesalahan apakah yang diperbuat terdakwa?"
"Saya ditangkap ketika menyeberang jalan pada saat lampu merah untuk pejalan kaki."
"Apakah profesi terdakwa?"
"Oh, saya adalah seorang guru di salah satu Sekolah Dasar."
Dengan wajah senang dan berseri2, hakim itu berdiri dan berkata,
"Delapan tahun lamanya, saya menanti-nantikan terdakwa berprofesi guru di ruang pengadilan ini. Nyatanya, hari ini doa saya terkabul juga. Silakan ibu duduk disana dan tulis hukuman ini :

SAYA TIDAK BOLEH MENYEBERANG JALAN PADA SAAT LAMPU MERAH. 

Sebanyak 500 kali !"^_^
baca lebih lanjut...

Tuesday, December 7, 2010

Ibu Berisik sih !

Di sebuah taman kanak-kanak sedang ada pelajaran menggambar. Ibu Guru sedang asik melihat muridnya menggambar, tetapi si Vera hanya memandangi halaman yang kosong saja.

Ibu Guru : Ver, kamu gambar apa? kok kertasnya masih kosong?

Vera : Kuda makan rumput, Bu Guru.

Ibu Guru : mana rumputnya?

Vera : Dimakan kuda, Bu.

Ibu Guru : lalu kudanya mana?

Vera : Udah lari, Bu! habis ibu berisik, sih!
baca lebih lanjut...

Monday, December 6, 2010

Keturunan siapa?

Guru: Kita ini adalah keturunan Adam & Hawa.
Murid: Itu tidak benar, ayah saya mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet.
Guru: Kita tidak sedang membicarakan keluargamu!
baca lebih lanjut...

  © Lucu Ria 2010 The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP