Showing posts with label Lae Togar. Show all posts
Showing posts with label Lae Togar. Show all posts

Thursday, December 9, 2010

Lae Togar - Orang Tua Ngompol

Lae Togar bersama Jhon Koplo dan Bengak, adalah 3 pria tua yang bertetangga. Lae Togar berumur 90 tahun, Jhon Koplo 80 tahun dan Bengak 70 tahun. Kemarin sore, ketiganya berbicara tentang sakit mereka, rasa sakit dan disfungsi tubuh.

Bengak: “Aku punya masalah seperti ini, bangun setiap pagi jam 7 pagi dan dibutuhkan waktu dua puluh menit untuk buang air kecil..”

Jhon Koplo: “Kasusku lebih buruk. Bangun jam 8 dan aku duduk di toilet dan menggeram dan mengerang selama setengah jam sebelum aku akhirnya bisa buang air besar..”

Lae Togar: “Kalau aku, jam 7 buang air kecil seperti kuda, di jam 8 buang air besar seperti sapi.”

Jhon Koplo dan Bengak: (serempak) “Jadi apa masalahnya?”

Lae Togar: “Ah..aku baru bangun jam 9 pagi,” (*)
baca lebih lanjut...

Tuesday, December 7, 2010

Lae Togar - Dapat Nilai 5

Sepulang sekolah, Lae Togar heran melihat keponakannya, Ucok, yang masih duduk di kelas 3 SD bersedih. Ternyata, Ucok dapat nilai 5 dalam pelajaran matematika. Jelas dia heran, soalnya keponakannya tergolong siswa cerdas.

Lae Togar: “Bah, kok bisa gitu? Kenapa?”

Ucok: “Pak guru bertanya, berapa 2x3 dan kujawab 6,”

Lae Togar: (heran) “Tapi itu benar!”

Ucok: “Lalu dia bertanya padaku, berapa 3x2?”

Lae Togar: (kesal) “Kampret! Apa bedanya?”

Ucok: “Persis seperti itulah yang kubilang sama guru,” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Kejebak di Rumah ke-34

Sudah 2 hari belakangan ini Lae Togar ketiban rejeki dan jumlahnya lumayan besar. Ya, dia berhasil menjual 33 alat penghisap debu yang dijajakannya dari rumah ke rumah. Tak usah heran, Lae Togar memang kerap menjadi sales untuk menambah biaya hidup di Singapura.

Tapi kemarin, Lae Togar sial banget. Dan dia tak akan pernah melupakannya seumur hidup. Sejak pagi, dia telah menawarkan dagangannya. Sudah 33 rumah didatangi namun tak satupun yang membeli. Tiba di rumah yang ke-34, kesialan Lae Togar makin bertambah.

Begitu mengetuk pintu depan, seorang wanita paruh baya membuka pintu dan menghampirinya. Belum sempat pemilik rumah itu berkata sepatah katapun, ia menghamburkan segala macam kotoran ke karpet ruang tamu.

“Nyonya,” kata Lae Togar, “Saya yakin akan kemampuan mesin ini. Karpet ini akan bersih kembali dalam sekejap. Jika nanti masih ada kotoran yang tertinggal, saya bersedia memakannya.”

“Kalau begitu,” kata nyonya itu,”Mulailah makan. Karena kami belum punya listrik.” Spontan Lae Togar pingsan. Begitu siuman, wanita itu tetap menagih janji Lae Togar memakan kotoran yang diserakkannya. Dasar sial, aku janji tak akan melewati rumah bernomor (T4 NOMOR) ini, gumamnya dalam hati.(*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Cuma Butuh 31 Detik

Seorang profesor filsafat berjalan untuk memberikan kuliah terakhir. Sambil menempatkan sebuah kursi di mejanya, profesor menginstruksikan kelas, “Dengan menggunakan segala sesuatu yang telah Anda pelajari dalam kuliah ini, buktikan kepada saya bahwa kursi ini TIDAK ADA.”

Jadi, banyak mahasiswa yang memulai cerita panjang yang membuktikan bahwa kursi ini tidak ada, kecuali Lae Togar. Dia menghabiskan tiga puluh detik menulis jawabannya, menyerahkan lembar jawabanya, lalu keluar ruangan kelas. Teman-temannya keheranan.

Seiring berjalannya waktu, hari itu datang ketika semua mahasiswa mendapat nilai akhir mereka. Dan yang menakjubkan, Lae Togar mendapat nilai tertinggi di kelas. Jawaban yang ditulisnya adalah: “Kursi apa?” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Kaki Domba Dikali 4

Pagi ini Lae Togar bepergian dengan kereta api. Tepat di sampingnya, ada seorang pria beruban yang mengaku sebagai petani. Ketika mereka melewati kawanan domba di padang rumput, Lae Togar berkata, “Ada 1.248 domba di luar sana.”

Petani itu menjawab, “Hebat sekali! Secara kebetulan, aku kenal pemiliknya. Dan angka tersebut mutlak benar. Bagaimana kau menghitungnya begitu cepat?” Sambil senyum, “Mudah, saya hanya menghitung jumlah kaki domba itu lalu dibagi empat,” jawab Lae Togar enteng.(*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Lelaki Bangsat

Seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Lae Togar, seorang dokter pakar jiwa.

“Dokter Lae Togar, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada kalanya saya rasa dia keterlaluan dan ada kalanya pula saya rasa memang patut saya memanggil dia seperti itu..”

“Hmm.. panggilan itu memang hinaan yang agak melampaui batas untuk seseorang.. tapi, mungkin kamu punya sebab tersendiri sehingga memangilnya demikian. Ceritakanlah kpd saya agar saya dapat membantu..” ujar dr. Lae Togar menanggapi cerita si gadis.

“Ya memang ada.. pada suatu malam kami berduaan dalam mobil di tepi pantai. Dia pegang tangan saya.” Cerita sang gadis.

“Dia pegang tangan kamu seperti ini?” dr Lae Togar memberi contoh.

“Ya. seperti yang dokter lakukan”

“Kalau hanya ini, tidak sepatutnya dia dipanggil bangsat dong. Itu tandanya dia tidak mau berpisah dengan kamu...” ucap dr Lae Togar sambil terus menggenggam tangan si gadis.

“Kemudian dia merapatkan badannya kepada saya dan memeluk bahu saya...”

“Dia lakukan seperti inikah?” balas dr Lae Togar menirukan.

“Ya. Seperti inilah dia peluk saya dokter..” jawab si gadis yang masih dipeluk erat dr Lae Togar.

“Itu bukan bangsat, itu tandanya dia mau sentiasa berdampingan dgn kamu” kata dr Lae Togar.

“Kemudian dia cium saya..”

“Dia cium kamu seperti ini ?” tanya dr Lae Togar usai mengecup sang gadis.

“Ya. Ciumannya sama seperti yang dokter lakukan.”

“Kalau sekadar ciuman seperti ini, masih belum boleh dipanggil bangsat dong, itu tandanya dia sayang kamu, toh?”

“Kemudian dia menanggalkan semua pakaian saya satu persatu..”

“Adakah kamu membantah tindakannya?”

“Tidak, saya merelakannya sebab saya sayang dia..”

“Dia tanggalkan pakaian kamu seperti ini ?” tegas dr Lae Togar sambil melepaskan satu persatu pakaian si gadis.

“Ya, sampai saya telanjang bulat seperti ini dokter...”

“Itu masih belum layak dipanggil bangsat, karena dia sebetulnya ingin mengenali diri kamu seutuhnya”

“Kemudian dia mencumbui saya lalu melakukan hubungan seksual dengan saya dok...”

“Dia lakukan seperti yang kita lakukan tadi kah?”

“Ya. Memang itulah yang dia lakukan ketika itu”

“Hmm, itu juga masih belum boleh dipanggil bangsat. Itu tandanya dia memerlukan kamu dong!” tutur dr Lae Togar yang masih menenggek di atas si gadis.

“Tapi kemudian dia memberitahu saya bahwa dia sebenarnya mengidap AIDS”

“HAH?? BRENGSEK!! DIA..MEMANG .. BANGSAT!!.. BANGSAAATTT!!!!.. LELAKI

BAAANGSAAAAAAAATTTTTT!!!!!!!!......” (***)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Gigi Suami Nyangkut

Pada suatu sore, seorang wanita bernama Tiur datang ke tempat praktek dokter gigi bernama Lae Togar. Dia buka praktek di daerah Tanjung Morawa. Tiur datang sendirian dengan jalan tergesa-gesa.

“Biasalah, mungkin giginya lagi sakit,”batin Lae Togar dalam hati.

Tiur : “Selamat sore dok !!!”

Lae Togar: “Sore, ada yang bisa saya bantu?” Sambil naik ke atas tempat tidur, Tiur pun lalu mengangkangkan kakinya. Lae Togar pun terkejut setengah mati dan berkata,”maaf nyonya, saya dokter gigi bukan dokter kelamin..”

Tiur : “Saya tau kok, lagi pulak saya tidak bermasalah dengan kelamin saya..”

Lae Togar: “Lalu, mengapa nyonya mengangkang ?”

Tiur : “Gini dok. Gigi suami Saya sangkut di situ. Bisa nggak dokter mencabutnya?”

Lae Togar: “@#^*@%#&*????????” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Ingin Kawin

Murid-murid sebuah SD di daerah Hamparan Perak sedang sibuk menggambar cita-citanya. Audi Endus salah seorang murid, terlihat serius menggambar seorang pilot sesuai dengan cita-citanya.

Sedang si Tongat tak kalah hebat, dia melukis seorang dokter lengkap dengan steteskop melingkar di leher. Karena memang, si Tongat kepingin kali jadi dokter beneran.

Lain si Tongat, lain pula gaya si Tiur. Tiur menggambar seorang guru yang sedang berdiri mengajar di depan kelas. Saat murid lain sibuk menggambar, ada seorang murid kelihatan binggung. Murid itu bernama Lae Togar. Dia sama sekali belum ada menggambar. Bu guru lalu datang menghampirinya dan bertanya.

“Lae Togar, kenapa kamu belom menggambar ?”tanya gurunya sedikit marah. “Saya lagi bingung menggambarnya Bu guru, sebab cita-cita saya ingin kawin,’’jawab Lae Togar. “ Hah...,”guru Lae Togar hampir pingsan mendengarkannya. (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Buah Masuk Got

Lae Togar dan Audi Endus adalah sahabat kental. Keduanya sama-sama tinggal di Medan. Suatu hari, usai nonton acara bola di tivi, mereka berdua terlihat cakap-cakap. Rupanya mereka sedang serius menjawab teka teki. Mau tau teka tekinya ?

Lae Togar : Dus, Kamu tau gak, buah apa yang selalu dan harus dicuci dulu sebelum dimakan

Audi Endus: Buah apel

Lae Togar : Salah

Audi Endus: T’rus buah apa dong

Lae Togar : Buah yang jatuh dari pohon lalu masuk ke got

Audi Endus: Alamak.(*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Dibohongi

Lae Togar adalah murid yang sangat nakal dan sering bolos. Saking nakalnya, para guru di sekolahnya sampai kehabisan akal. Pada suatu hari, dia dipanggil oleh gurunya.

Pak Guru : Lae Togar, kamu ini nakal dan sungguh keterlaluan. Kenapa kemarin kamu bolos lagi sekolah.

Lae Togar: Saya tidak bolos pak, kemarin adik saya sakit. Jadi saya harus menjaga adik saya, karena orang tua saya bekerja Pak.

Pak Guru : Eh, kamu berani bohong ya ? Lha, kemarin bapak lihat adikmu sehat-sehat aja kok.

Lae Togar: Lha, pak guru juga bohong. Saya khan tidak punya adik.

Pak Guru : Busyet ?! (*)

Cetak Berita Ini
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Polisi Dipukuli Satpam

Suatu pagi yang cerah, Lae Togar berangkat ke kantornya di kawasan Amplas. Lagi asik memacu kereta Yamaha RX King-nya, tiba-tiba Lae Togar melihat kerumunan orang di sebuah tempat parkir salah satu bank milik pemerintah.

Lae Togar lalu menghentikan laju kereta miliknya. Dia pun celingukan mencari tau, apa yang sedang terjadi. Ternyata Lae Togar melihat seorang polisi, lagi di marahin bahkan sampek dipukuli sama seorang satpam.

Polisi yang dipukuli masih muda dan berbadan besar. Dia hanya tertunduk sama satpam tua dan kurus kerempeng. Melihat kejadian itu, jiwa hero Lae Togar mendidih dan langsung melerai kejadian tersebut. Lae Togar kemudian membawa polisi yang sudah babak belur ke sebuah klinik.

Dalam benak Lae Togar bertanya-tanya, kenapa polisi ini gak berani melawan satpam tadi. Lae Togar pun menanyakan sabab musababnya.

Lae Togar: Pak, kenapa tadi Bapak tidak membela diri dan melawan si satpam.

Polisi : Saya takut mas.

Lae Togar: Kenapa ?

Polisi : Saya takut kualat, karena Satpam itu ayah saya.

Lae Togar: Alamak ??!! (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Domba Pembohong

Lae Togar ketiban sial. Dia kemalaman saat berada di sebuah desa dan bus sudah berangkat. Beruntung ada petani yang memberi tumpangan. “Aku mengijinkan Anda untuk menginap satu malam saja, tetapi Anda harus tinggal di gudang kandang.”

Jadi, ia menghabiskan malam di sana dan keesokan harinya petani itu masuk

Petani: “Apakah Anda nyaman?”

Lae Togar: “Saya berada pada saat yang tepat, dan saya berbicara dengan semua binatang.”

Petani: (heran) “Anda berbicara dengan hewan?”

Lae Togar: “Ya, aku berbicara dengan ayam-ayam, mereka mengatakan Anda mengumpulkan telur setiap pagi tepat enam lebih lima menit.”

Petani: (kagum) “Itu benar.”

Lae Togar: “Kuda itu bilang bahwa namanya Otis, Anda telah memiliki dia selama 10 tahun. “

Petani: (tercengang) “Itu luar biasa.”

Lae Togar: “Aku berbicara dengan sapi, dan sapi mengatakan bahwa namanya adalah Elsie dan Anda memerah susunya setiap pagi tepat pukul 8:30. Dan kemudian saya berbicara dengan domba...” Tiba-tiba petani itu memotong pembicaraan, “Domba itu berbohong!” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Diteriaki 45 Siswa Kelas 2 SD

Lae Togar adalah siswa kelas 2 SD. Di antara teman-temannya, dia terkenal sebagai siswa jahil dan suka mengejek teman bahkan guru. Saat pelajaran tentang benua, guru memanggil Tiur ke depan kelas.

Bu Guru: “Tiur, maju ke depan! Tolong tunjuk di peta, di mana letak Benua Amerika!”

Tiur: “Ini, Bu.”

Bu Guru: “Tepat. Sekarang coba jawab, siapa penemu Benua Amerika?

Kamu, Lae Togar, ayo jawab!”

Lae Togar yang terkantuk-kantuk di kelas, menjawab sekenanya, “Tiur bu. Dia tadi yang menunjukknya, jadi dia yang menemukan.”

Satu kelas: “hahahahahaha…huuuuuuu..” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Diteriaki 45 Siswa Kelas 2 SD

Lae Togar adalah siswa kelas 2 SD. Di antara teman-temannya, dia terkenal sebagai siswa jahil dan suka mengejek teman bahkan guru. Saat pelajaran tentang benua, guru memanggil Tiur ke depan kelas.

Bu Guru: “Tiur, maju ke depan! Tolong tunjuk di peta, di mana letak Benua Amerika!”

Tiur: “Ini, Bu.”

Bu Guru: “Tepat. Sekarang coba jawab, siapa penemu Benua Amerika?

Kamu, Lae Togar, ayo jawab!”

Lae Togar yang terkantuk-kantuk di kelas, menjawab sekenanya, “Tiur bu. Dia tadi yang menunjukknya, jadi dia yang menemukan.”

Satu kelas: “hahahahahaha…huuuuuuu..” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Disuruh Istrirahat

Suatu hari Lae Togar sedang kurang enak badan. Dia lalu datang ke praktek dokter yang bernama Jhon Koplo untuk memeriksakan kesehatannya.

Jhon Koplo: Ada keluhan apa Pak?

Lae Togar: Saya tidak enak badan dok.

Jhon Koplo: Coba saya periksa.

Setelah beberapa menit memeriksa Lae Togar, Dokter pun berkata.

Jhon Koplo: Oh, bapak tidak apa-apa, cuma perlu istirahat selama 1 minggu.

Lae Togar: Berapa lama dok

Jhon Koplo: Selama 1 minggu Pak.

Lae Togar: Wah, saya tidak bisa istirahat selama itu dok

Jhon Koplo: Kenapa pak ? Masalah kantor ? Nanti akan saya buatkan surat keterangan sakit untuk bapak.

Lae Togar: Bukan itu dok, masalahnya kontrakan rumah saya dua hari lagi akan habis.

Jhon Koplo: *&^%$#@!. (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Kos di Kamar 18

Merantau dari kampung, Lae Togar tinggal di kos-kosan di seputaran Jl SM Raja. Kebetulan, Lae Togar adalah penulis naskah drama. Tapi, setengah tahun kemudian, naskahnya belum juga ada peminat. Jelas dia kebingungan menutupi uang kos yang udah nunggak 2 bulan.

Bapak kos pun kemarin memanggilnya dan menagih uang kos. Digedornya kos no 18 yang dihuni Lae Togar. Dasar penulis, Lae Togar berusaha membujuk bapak kos.

Lae Togar: “Tidakkah Bapak seharusnya bangga bahwa Saya tinggal di rumah ini? Ingat Pak, seratus atau bahkan dua ratus tahun mendatang, orang-orang yang melewati rumah ini akan berkata, ‘Lihat, di rumah itulah almarhum Lae Togar, si penulis drama pernah tinggal’. Bukankah itu merupakan kebanggaan buat keturunan Bapak?”

Tidak terkesan mendengar bujukan Lae Togar, bapak kos berkata, “Gar, tak usah banyak kali cakap kau. Aku ngomong sekali lagi. Kalau hari ini kau nggak bayar sewa kos, maka besok pagi orang-orang sudah akan ngomong seperti yang kau bilang tadi, tidak perlu nunggu 100 tahun lagi!” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Pasangan Kekasih

Sedang mesra-mesranya pacaran sebagai dua sejoli, tanpa sengaja sang cewek kentut.

Suasana mereka berdua seketika menjadi canggung, setelah 5 menit saling diam, sang cowok membuka suasana dengan pertanyaan:

Lae Togar : “Yang, bau kentut kamu kaya parfum asli dari Eropa ya?”

Tiur : (malu) “Eh hehe, memang kenapa yang? Wangi ya?”

Lae Togar : “Bukan sayang... baunya tahan lama.” (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Kentut Diantara Cewek Cantik

Dengan kaos putih dan jeans biru ditambah parfum wangi, Lae Togar masuk ke sebuah kafe. Begitu masuk, dia langsung sumringah. Pengunjungnya ternyata cewek cantik semua. Setelah pesan minuman dan duduk, dia mulai tebar pesona.

Saat minuman hampir habis, Lae Togar tiba-tiba memegang perutnya. Dia sudah tak tahan ingin kentut. Ah, mumpung musik lagi keras, gumam Lae Togar. Dia pun mengeluarkan kentut sesuai beat musiknya. Setelah beberapa lagu, dia merasa enakan dan menghabiskan minumannya.

Ketika dia berdiri, dia heran karena hampir semua cewek pengunjung memandanginya. Sambil memukul jidat, Lae Togar baru ingat, dia tadi dengerin musiknya pakai headset.(*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Gak Kebagian Tempat

Di salah satu kelas SD Negeri, Tiur, seorang guru sejarah sedang menerangkan tentang VOC. Sebagian besar muridnya, memperhatikan dengan seksama kecuali Lae Togar yang sedari tadi terkantuk-kantuk karena semalam habis begadang. Tiur lalu memperhatikan Lae Togar dan akhirnya bertanya.

Tiur : Lae Togar, coba kamu jelaskan mengapa VOC berdiri ?

Lae Togar kontan terbangun dari tidurnya, karena kaget dia langsung menjawab sekenanya.

Lae Togar: Karena nggak kebagian tempat duduk, Bu.

Tiur : Dasar bego. (*)
baca lebih lanjut...

Lae Togar - Celoteh Bocah 6 Tahun

Lae Togar berkunjung ke sebuah daerah yang belum pernah didatanginya. Kebetulan, saat dia tiba, hujan turun dengan derasnya. Lae Togar menduga itu hanya kebetulan saja sampai dia bangun keesokan harinya dan masih hujan.

Seharian menunggu, hujan belum reda juga. Maklum, dia ingin segera berkeliling kota tersebut dan mencari hal-hal yang belum ditemukan di daerah lain. Namun apa lacur, seminggu di sana, selama itu pula hujan terus turun.

Dia pergi keluar untuk makan siang dan melihat seorang anak kecil dan meminta informasi agar keluar dari keputusasaan.

Lae Togar: “Hei, Nak, apakah di sekitar sini hujan pernah berhenti?” Anak: “Bagaimana aku tahu? Aku kan baru 6 tahun?”

Lae Togar: “Bah..mate au..” (*)
baca lebih lanjut...

  © Lucu Ria 2010 The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP